Wednesday, January 9, 2013

Cara Menulis Puisi


Proses kreatif menulis puisi
Menulis merupakan proses melahirkan tulisan berisi gagasan, menulis merupakan bagian dari empat ketrampilan berbahasa yaiut: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Membaca dan menyimak merupakan keterampilan bersifat reseptif sedangkan berbicara dan menulis mewrupakan ketrampilan yang produktuf.
Puisi adalah salah satu genre atau jenis sastra, sering kali puisi disamakan dengan sajak. Akan tetapi sebenarnya tidak sama, puisi itu merupakan jenis sastra yang melingkupi sajak, sedangkan sajak adalah bagian dari puisi.
Secara etimologi puisi berasal dari bahasa Yunani poeima “membuat” atau poesis “pembuatan” dan dalam bahasa inggris disebut poem atau poetry. Tetapi arti yang semula ini lama kelamaan semakin sempit ruang lingkupnya menjadi “hasil seni sastra, yang kata-katanya disusun menurut syarat-syarat yang tertentu dengan menggunakan irama, sajak, dan kadang-kadang kata kiasa.

Unsur-unsur menulis puisi
Unsur puisi yang paling penting ada dua unsure yaitu unsure tematik atau unsure semantic puisi dan unsure sintaksis puisi. Unsure tematik atau unsure semantic puisi menuju kerah struktur batin sedangkan unsure sintaksis mengarah pada struktur fisik puisi. Struktur batin adalah makna yang terkandung dalam puisi yang tidak secara langsung dapat dihayati. Struktur batin terdiri darai
  1. Tema
  2. Perasaan
  3. Nada dan suasana
  4. Amanat atau pesan
Struktur fisik adalah struktur yang bisa kita lihat melalui bahasanya yang tampak. Struktur fisik terdiri darai:
  1. Diksi
  2. Pengimajinasian
  3. Bahasa figuratif atau majas, dan
  4. Rima
Langkah menulis puisi
  1. Sebelum menulis puisi, pahami dulu apa itu puisi
  2. Mencarai inspirasi dengan berkeliling kea lam lingkungan sekitar kita
  3. Membawa buku catatan atau buku kecil ke mana kita pergi
  4. Tulis apa yang ada dalam pikiran, perasaan kita, kegelisahan kita kedalam bentuk kata-kata dalam puisi dengan bebas tanpa beban
  5. Baca dan perbaiki puisi yang udah dibuat
  6. Setelah selesai menulis puisi, uji puisi yang telah dibuat untuk dikirim ke media massa atau minta kritik, saran dari orang lain sehingga puisi yang telah dibuat menjadi semakin menarik dan mempunyai nilai estetika tinggi.

Tuesday, January 8, 2013

Tumbuhnya Peradaban Islam dan Faktor yang Yendukungya

a. Peranan Ajaran Islam dalama Membentuk Masyarakat Berbudaya dan Berperadaban Maju
     Islam adalah agama yang emncakup segala segi kehidupan masyarakay baik kehidupan dunia dan masyarakat. Adapun ajaran Islam yang mendorong manusia atau masyarakat untuk berperadaban tinggi antara lain adalah:
  1. Islam sangat menghargai akal, meletakannya pada tempat terhormat, memerintahkan manusia mempergunakan untuk memeriksa dan memikirkan ke dalam alam (Q.S. Ali-Imran : 190)
  2. Islam mewajibkan untuk memeluk ilmu (Q.S. Al-Mujadalah:11)
  3. islam melarang taklid buta, menerima sesuatu sebelum diperiksa (Q.S. Al-Isra':36)
  4. islam menyuruh manusia unutk menggali sesuatu yang baru/belum ada.
  5. islam menyuruh untuk mencari keridhaan Allah dengan semua nikmat yang telah diterimanya (QS. Al-Qashash:77)
  6.  islam menyuruh memriksa kebenaran walaupun datangnya dari kaum yang berlainan bangsa atau kepercayaan (QS. Thaaha:17)

b. Beberapa Contoh Peradaban Bangsa Arab Setelah Memeluk Islam
     Agama Islam yang telah diterima bangsa arab telah merubah moral yang sangat luar biasa, sehingga dapat merubah sikap hidup dari yang rendah dan lemah menjadi sikap hidup yang luhur dan kuat, menghargai hak-hak kemanusiaan, menghargai kaum wanita dan segalanya
Dalam pemerintah Khalafaurrassyidin telah membrntuk beberapa departemen yang menurus beberapa bidang antara lain: Nidzam al-siyasi (Departemen politik), al-Nidzam al-Idary (Departemen Administrasi negara), dan sebagainya

Monday, January 7, 2013

Peradaban Bangsa Arab Sebelum Lahirnya Islam



a.       Peradaban Bangsa Arab
Kehidupan sosial ekonomi masyarakat Arab sangat ditentukan oleh kondisi dan letak geografis negara-negara Arab itu sendiri. Bagi masyarakat pedalaman, yaitu masyarakat Badawi, kehidupan sosial ekonomi mereka biasanya dilakukan melalui sektor peternakan, terutama bagi mereka yang mendiami daerah subur atau oase. Tetapi bagi masyarakat perkotaan, kehidupan sosial ekonomi mereka sangat ditentukan oleh keahlian mereka dalam perdagangan.
Di Kota Makkah terdapat pusat perdagangan yaitu pasar Ukaz yang dibuka pada bulan-bulan tertentu seperti bulan Zulaqaidah, Zulhijjah, dan Muharram.
Dalam bidang politik, masyarakat jahiliyah tidak memiliki sistem pemerintahan yang mapan. Mereka mempunyai pemimpin yang disebut Syeikh atau amir yang mengurusi perseolan mereka dalam masalah perang, pembagian harta dan pertempuran tertentu. Di luar itu syaike tidak berhak atau tidak berkuasa mengatur anggota kabilahnya. Disamping itu bangsa arab sebelum islam telah mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, diantaranya astronomi (ilmu perbintangan) yang ditemukan oleh orang-orang Babilonia, ilmu Metrologi atau ilmu iklim, Astrologi (ilmu perbintangan). Pada awalnya ilmu ini dipergunakan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya suatu peristiwa seprti perang, damai dan sebagainya. Ilmu tenun banyak disukai masyarakat Arab. Ilmu ini berasal dari Kaldam yang bermigrasi ke tanah Arab. Selai itu bangsa Arab pula telah memiliki pengetahuan tentang cara pengobatan penyakit yang disebut al-Thibb. Ilmu berasal dari orang-orang Kaldam yang dikembangkan oleh masyarakat Arab. 

b.      Peradaban Daerah Sekitar Semenanjung Arabia
Jazirah Arab atau semenanjung Arabia terdiri dari dua bagian yaitu tengah dan tepi. Bagian tengan jazirah Arabia terdiri dari tanah pegunungan yang tandus, oleh sebab itu banyak penduduk yang hidupnya tidak menetap. Mereka biasa berpindah dari satu daerah kedaerah yang lain,  hanya mencari lahan subur untuk ternak mereka. Suku bangsa ini disebut suku Badwi, atau orang-orang pedalaman yang hidup bebas yang termasuk daerha ini adalah daerah Nejd, dan Ahqaf.
Penduduk padang pasir ini mempunyai sifat pemberani, sifat pembrani ini dipergunakan untuk memerangi suku lemah sebagai alat untuk mempertahankan daerah subur yang dikuasainya. Pertempuran ini berlangsung lama sehingga mereka tidak mengembangkan budayanya.
Pada bagian tepi jazirah Arabia merupakan tanah yang subur karena banyak turun hujan dan penduduknya bukan mereka yang selalu berpindah-pindah , oleh karena itu mereka telah mampu mengembangkan kebudayaan, diantara hasil peradaban yang mereka kembangkan adalah mendirikan kerajaan-kerajaan seperti kerajaan Saba yang dipimpin oleh Ratu Bilgis, kerajaan Himyar, kerajaan Manaadfirah (Mesopotania) dan kerajaan Ghassaniyah.
Daerah yang termasuk kedalam wilayah bagian tepi adalah Yaman, Hijaz, Omam dan Handramaut. Kota Mekkah juga merupakan kota yang telah maju yang terdapat di Hijaz, sehingga kota itu disebut dengan istilah “Ummul Qura” atau ibu negeri tercantum dalam Q.S An’Am ayat 92.
Penduduk Mekkah pada umumnya memiliki tradisi perdagangan. Mereka sering melakukan perjalanan dagang ke luar Mekkah seperti ke Syam, Habsyi, Persia, dan sebagainya.
Rakyat Mekkah mempunyai kebiasaan melihat pergelaran seni puisi yang digelarkan di pasar-pasar, seprti pasar Ukaz dan Zulmajaa. Bangsa Arab mempunyai kelemahan dalam bidang akhlak atau moral, sehingga mereka dijuluki sebagai bangsa “Arab jahiliyah”

Friday, January 4, 2013

Landasan Bimbingan dan Konseling


Landasan Bimbingan dan Konseling
Pelayanan bimbingan dan konseling memerlukan sejumlah landasan diantaranya adalah sebagaiberikut:
1.      Landasana Filosofis
Pemikiran filosofis menuntuk konselor bekerja secara cermat, tepat, dan bijaksana. Pemikiran filosofis yang selalu terkait dengan pelayanan bimbingan dan konseling terutama adalah tentang hakikat manusia dan tujuan serta tugas kehidupan manusia.
Pemikiran-pemikiran tentang apa manusia itu telah berlangsung sejak lama. Teori evolusi tentang meliputi keberadaan dan perkembangan manusia dari segi biologisnya, sedangkan tinjauan psikologis tentang manusia melihat manusia dari pola pikir, persepsi, kesadaran,kepribadian, moral, kemauan, dan kepercayaan yang merupakan kemampuan istimewa manusia dibandingkan dengan mahluk-mahluk lain. Pemikiran tentang hakikat manusia merupakan bermuara pada deskripsi yang mendasar, bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki empat dimensi, yaitu dimensi keindividualan, dimensi kesosialan, dimensi kesusilaan, dan dimensi keberagaman. Disamping itu pada hakekatnya manusia adalah mahluk yang memiliki tujuan dan mengembang tugas kehidupan tertentu, yang berkaitan dengan kehidupan beragama, bekerja, berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara.
2.      Landasan Religius
Kemulian manusia sebagaimana telah ditunjukan oleh kaidah-kaidah agama harus dikembangkan dan dimuliakan. Segala tindakan dan kegiatan bimbingan dan konseling selalu diarahkan pada tujuan pemuliaan kemuliaan manusia. Hal ini tidak berarti bahwa konselor secara langsung memanfaatkan unsur-unsur kaidah-kaidah agama tertentu atau menonjolkan warana agama sebagai tujuan yang akan dicapai dalam layanan bimbingan dan konseling. Peran agama dalam bimbingan dan konseling pertama-tama terarah pada u
3.      Landasan Psikologis
4.      Landasan Sosial Budaya
5.      Landasan Ilmiah dan Teknologis
6.      Landasan Pedagogis
7.