Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Wednesday, April 17, 2013

Kumpulan Rahasia Turunkan Berat Badan

Setiap negara tentu punya rahasia sendiri dalam menjalani diet. Diet untuk menjaga tubuh tetap ideal ini menjadi budaya yang dipercaya masyarakat lokal.

Latar belakang budaya dan aktivitas warga menjadi bagian resep diet suatu Negara. Berikut rangkuman resep diet yang melegenda tersebut :

1. Makanan pedas (Thailand)

Thailand adalah surganya pedas. Pedasnya hidangan khas negeri Gajah Putih ini sudah terkenal di penjuru dunia. Masyarakat negeri 1000 kuil ini percaya makanan pedas mampu meluruhkan lemak dan membuat tubuh mereka tetap ideal.

2. Porsi Kecil (Inggris)

Masyarakat Inggris percaya makan porsi kecil akan membantu mereka tetap makan secukupnya. Dengan diet ini mereka terhindar dari makanan porsi besar yang merangsang peningkatan timbunan lemak dan berat tubuh. Hal ini juga diterapkan pada
restoran cepat saji di Inggris yang tidak menyediakanporsi besar (supersize).

3. Ubi dan Buncis (Brazil)

Hidangan utama di Brazil adalah ubi dan buncis yang kaya serat dan rendah lemak. Hidangan ini mampu menjaga kadar gula darah, dan menurunkan risiko obesitas sebesar 14%.

4. Sering Makan di Rumah (Polandia)


Orang Polandia hanya menghabiskan pengeluaran sebesar 5% untuk makan di luar. Mereka percaya makanan di rumah yang dimasak dengan bahan yang segar lebih baik untuk kesehatan. Memasak makanan rumah juga memungkinkan orang Polandia mengawasi proses memasak.

Sunday, April 14, 2013

Cara Cepat Mengencangkan Payudara

Tak hanya sebagai simbol identitas, bagi kaum hawa payudara juga bisa menjadi senjata untuk mendongkrak rasa percaya diri. Hanya saja, seiring bertambahnya usia kekencangan payudara akan mengalami penurunan. Tidak perlu menjalani operasi untuk bisa mendapatkan payudara kencang dan indah seperti sediakala. Coba lakukan latihan sederhana ini 2-3 kali seminggu, dan dapatkan payudara kencang secara natural dalam satu bulan.

Memakai Bra Justru Bikin Payudara Kendur?

Penggunaan bra bagi kaum wanita dianggap sebagai kewajiban untuk menjaga kesehatan dan menyangga payudara. Namun menurut penelitian di Perancis, memakai bra sebenarnya justru membuat payudara mudah kendur.

Ditarik mundur ke belakang, kaum wanita sudah mulai menggunakan bra sejak zaman Yunani kuno. Mulai dari korset, penyangga payudara dengan punggung rendah, sampai bra modern yang elastis.

Bra modern dipatenkan oleh Mary Phelps Jacob, seorang sosialita yang membuat pakaian dalam untuk salah satu gaun malamnya. Popularitas bra meningkat selama Perang Dunia I karena kebanyakan wanita saat itu merasa perlu sebuah alat yang praktis dipakai di lingkungan kerja.

Selain fungsinya sebagai penopang payudara, bra juga didesain untuk membuat pemakainya tampil seksi bahkan membuat payudara yang kecil terlihat lebih menyembul.

Antibiotik Tak Efektif Cegah Flu

Saat kondisi badan mulai terasa tidak enak, banyak orang yang melakukan pencegahan dengan meminum antibiotik supaya tidak telanjur sakit flu. Padahal, sebagian besar antibiotik yang diresepkan untuk mencegah flu atau virus tidak efektif.

Dalam studi yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Annals of Family Medicine disebutkan, antibiotik tidak banyak berpengaruh dalam mencegah flu.

Penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisis rekaman medis lebih dari 814.283 pasien yang menderita flu, laringitis, bronkitis, serta virus lain (ISPA).

Meski antibiotik didesain untuk mengobati infeksi bakteri dan tidak efektif untuk ISPA, sebanyak 65 persen pasien mengatakan mendapat resep antibiotik untuk mencegah infeksi virus berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, semisal pneumonia.

Padahal, kekhawatiran akan bertambah parahnya penyakit tersebut ternyata tak terbukti. Bahkan, cukup banyak pasien yang mengeluhkan efek samping dari konsumsi antibiotik.

Gelar Master Bagi Bidan

KOMPAS.com — Jumlah tenaga dokter yang belum merata di seluruh pelosok tanah air membuat profesi bidan menjadi sangat penting di tengah masyarakat. Bidan bukan hanya berperan dalam membantu ibu hamil dan proses persalinan, melainkan juga berperan dalam upaya pencegahan penyakit. Karena itu, pendidikan yang baik sangat diperlukan para bidan. 
Jika dulu untuk menjadi bidan seseorang hanya menempuh pendidikan selama tiga tahun, maka saat ini tak sedikit bidan yang sudah bergelar sarjana, bahkan mendapat pendidikan master (S-2), baik dari lembaga pendidikan di dalam negeri maupun luar negeri.
Pendidikan bidan memang sudah menjadi fokus dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Bahkan IBI pada tahun 2008 telah membentuk badan khusus yang berfokus pada pendidikan bidan, yaitu Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND).