Friday, February 8, 2013

PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH TENTANG PENDIDIKAN ISLAM

A.Pendahuluan

            Muhammad Abduh termasuk salah satu pembaharu agama dan sosial di Mesir pada abad ke 20 yang pengaruhnya sangat besar di dunia Islam .Dialah penganjur yang sukses dalam membuka pintu ijtihad untuk menyesuaikan Islam dengan tuntutan zaman modern.
          Di dunia Islam Ia terkenal dengan pembaharuannya di bidang keagamaan,dialah yang menyerukan umat Islam untuk kembali kepada Al Quran dan Assunnah as Sahihah .Ia juga terkenal dengan pembaharuannya dibidang pergerakan (politik) ,dimana Ia bersama Jamaludin al-Afgani menerbitkan majalah al’Urwatul Wutsqa di Paris  yang makalah-makalahnya menghembuskan semangat nasionalisme  pada rakyat Mesir dan dunia Islam pada umumnya.
          Disamping Ia dikenal sebagai pembaharu dibidang keagamaan  dan pergerakan (politik) ,Ia juga sebagai pembaharu dibidsang pendidikan Isalam,dimana Ia pernah menjabat Syekh atau rektor Universitas AlAzhar di Cairo Mesir.Pada masa menjabat rektor inilah Ia mengadakan pembaharuan-pembaharuan di Universitas tersebut ,yang pengaruhnya sangat luas di dunia Islam.Dan usaha –usaha pembaharuan inilah yang akan dibahas dalam makalah ini.

B.Riwayat Hidup Muhammad Abduh
         
          Muhammad Abduh lahir disuatu desa di Mesir Hilir tahun 1849.Bapaknya bernama Abduh Hasan Khaerullah,berasal dari Turki yang telah lama tinggal di Mesir.Ibunya dari bangsa Arab yang silsilahnya sampai Umar bin Khatab.Mereka tinggal dan menetap di Mahallah Nasr.Muhammad Abduh dibesarkan dilingkungan keluarga yang taat beragama dan mempunyai jiwa keagamaan yang teguh.1
          Muhammad Abduh mulai belajar membaca dan menulis serta menghapal Al Qur an dari orang tuanya,kemudian setelah mahir membaca dan menulis diserahkan kepada satu guru untuk dilatih menghapal Al Qur an .Ia dapat menghapal Al Quran dalam masa dua tahun .Kemudian Ia dikirim ke Tanta untuk belajar agama di Masjid Sekh Ahmad  ditahun 1862 ,Ia belajar bahasa Arab,nahu ,sarf,fiqih dan sebagainya.Metode yang digunakan dalam pembelajaran itu tidak lain metode hapalan diluar kepala,dengan metode ini Ia merasa tidak mengerti apa-apa sehingga Ia tidak puas dan meninggalkan pelajarannya di Tanta.2
          Ketidak puasan dengan metode menghapal diluar kepala ,Ia meninggalkan pelajarannya dan kembali pulang kekampung halamannya dan berniat akan bekerja sebagai petani .Dan pada tahun 1865 ,sewaktu masih berumur 16 tahun Iapun menikah.
          Setelah empat puluh hari menikah ,Ia dipaksa orang tuanya kembali ke Tanta untuk belajar,Iapun meninggalkan kampungnya tapi tidak pergi ke Tanta ,malah bersembunyi dirumah pamannya  yang bernama Syekh Darwisy Khadr seorng terpelajar pengikut tarikat Syadli dan merupakan alumni pendidikan tasawuf di Libia dan Tripoli.3
          Syekh Darwisy kelihatannya tahu keengganan Muhammad Abduh untuk belajar,kemudian ia selalu membujuk pemuda itu untuk bersama-sama membaca buku ,namun setiap kali dibujuk Muhammad Abduh tetap menolaknya .Berkat kegigihan Syekh Darwisy akhirnya Muhammad Abduh mau membacanya,dan setiap Ia membaca beberapa baris Syekh Darwisy memberi penjelasan luas tentang arti yang dimaksud oleh kalimat itu.Setelah beberapa kali membaca Muhammad Abduhpun berubah sikapnya terhadap buku dan ilmu pengetahuan .Setelah itu Ia mengerti apa yang dibacanya dan ingin mengerti dan tahu lebih banyak.Akhirnya Iapun pergi ke Tanta untuk meneruskan pelajarannya.
          Setelah selesai belajar di Tanta ,Ia meneruskan studinya di Al-Azhar pada tahun 1866.Sewaktu belajar di Al-Azhar inilah Muhammad Abduh bertemu dengan Jamaludin Al-Afgani,ketika ia datang ke Mesir dalam perjalanan ke Istambul.Dalam perjumpaan ini Al-Afgani memberikan beberapa pertanyaan kepada Muhammad Abduh dan kawan-kawan mengenai arti dan maksud beberapa ayat Al-Qur an .Kemudian ia memberikan tafsirannya sendiri.Perjumpaan ini memberikan kesan yang baik didalam diri Muhammad Abduh.4
          Dan ketika Jamaludin Al-Afgani datang da tahun 1871,untuk menetap di Mesir ,Muhammad Abduh menjadi murid yang paling setia .Ia belajar filsafat dibawah bimbingan Al-Afgani.Dimasa ini Ia mulai munulis di harian Al-Akhram yang pada waktu itu baru saja terbit.
          Pada tahun 1877 studinya selesai di Al-Azhar dengan mendapat gelar ‘Alim .Ia kemudian mengajar di almamaternya yaitu Al-Azhar,Darul Ulum dan dirumahnya sendiri ,Ia mengajarkan buku akhlak karangan Ibnu Maskawaih,Muqaddimah Ibnu Khgaldun dan Sejarah kebudayaan Eropa karangan guizot dan lain-lain.Dari sinilah Ia mengadakan pembaharuan-pembaharuan khususnya dibidang pendidikan Islam.

C.Ide Pembaharuan Pendidikan Islam Muhammad Abduh

1.Pembaharuan Pendidikan Islam di Al-Azhar
          Al-Azhar mulai dikenal pada masa dinasti Fatimiyah menguasai Mesir ,pada paro kedua abad ke-10 5.Tepatnya pada tahun 359 H/970 M,Khalifah al-Muiz Lidinillah (341 – 365 H/953 – 975 M ) memerintahkan panglima Jauhar al-Katib as-Siqili agar meletakan batu pertama bagi pembangunan Masjid Jami’ al-Azhar yang selesai pembangunannya pada tahun 361 H / 971 M.6
          Semula ide para pnguasa daulah Fatimiyah untuk mengadakan kegiatan belajar mengajar  di al-Azhar adalah karena dorongan kepentingan madzhab.Namun gagasan ini kemudian berkembang sehingga lembaga pendidikannya berubah menjadi sebuah perguruan tinggi.
          Pada tahun 365 H / 975 M untuk pertama kalinya dimulai kegiatan ilmiyah yang sederhana materinya adalah prinsip-prinsip fiqih syiah yang terkandung dalam buku al-Ikhtisar atau al-Iqsar yang ditulis oleh orang tua Abu Hasan an-Nu’man .Kemudian atas usulan mentri Ya’kub bin Killis (Ibnu Killis) perkuliahan itu dilaksanakan secara kontinyu.
          Jabatan Syekh al-Azhar dibentuk pada tahun 925 H /1517 M.Sejak itu,Syekh al-Azharlah orang pertama yang berhak memberikan penilaian atas reputasi ilmiyah bagi tenaga pengajar,mufti dan hakim.Sedang sistem pengajaran dipakai di al-Azhar adalah sistem halaqah (kelompok studi dalam bentuk lingkaran dalam masjid) yang menggunakan syarah niqasi (diskusi) dan hiwar (dialog).7
          Pada bulan Februari 1872 M,mulai ada pengembangan di al-Azhar ,yaitu pada masa kepemimpinan  Syekh Muhammad Abbasi al-Mahdi  al-Hanafi Syekh (rektor) al-Azhar ke –21,Ia memasukan sistem ujian untuk mendapat ijazah al-Azhar .Selanjutnya seiring perkembangan zaman al-Azhar mengalami pengembangan –pengembangan termasuk pada kepemimpinan Syekh Muhammad Abduh.
          Karir Muhammad Abduh sendiri dimulai setelah Abduh menamatkan kuliahnya pada tahun 1877,atas usaha Perdana Mentri Riadl Pasya,Ia diangkat menjadi dosen pada Universitas Darul Ulum,disamping itu menjadi dosen pula  pada Universitas al-Azhar ,Ia terus mengadakan perubahan-perubahan yang radikal sesuai dengan cita-citanya,yaitu memasukan udara baru yang segar pada perguruan-perguruan tinggi Islam itu,menghidupkan Islam dengan metode-metode baru baru sesuai dengan kemajuan zaman,memperkembangkan kesusastraan Arab sehingga ia merupakan bahasa yang hidup dan kaya raya ,serta melenyapkan cara-cara lama yang kolot dan fanatik,Tidak itu saja ia mengkritik politik pemerintah pada umumnya,terutama sekali politik pengajarannya yang menyebabkan para mahasiswa Mesir tidak mempunyai roh kebangsaan yang hidup,sehingga rela dipermainkan oleh politik penjajah asing.8
          Di al-Azhar sendiri Ia mengajar logika,teologi dan filsafat,etika dan sejarah.Untuk etika dipilihnya buku Tahzib al-Akhlaq (pembinaan akhlaq) karangan Ibnu Maskawaih dan Sejarah Peradaban Eropa karangan F.Guizot untuk pelajaran sejarah.Dalam mengajar Abduh menekankan kepada mahasiswanya untuk berpikiran kritis dan rasional dan tidak harus terikat kepada suatu pendapat,9 dan menjauhi paham patalisme karena paham ini harus dirubah dengan paham kebebasan manusia dalam kemauan dan perbuatan ,inilah yang akan menimbulkan dinamika umat Islam kembali 10
          Ketidak kritisan dan fatalisme umat Islam menyebabkan kemunduran Umat,kelemahan umat,stagnasi pemikiran Umat,absennya jihad Umat,absennya kemajuan kultur Ummat dan tercabutnya Umat dari norma-norma dasar pendidikan Islam11
          Poin-poin tersebut diatas pada dasarnya menunjukan krisis intelektual dalam dunia Islam  yang berlarut-larut .12Krisis tersebut penyebabnya adalah salah satunya dikarenakan adanya dikotomi Ilmu Pengetahuan pada saat itu ,sehingga umat Islam jauh tertinggal secara kultural dan peradaban.
          Kondisi tersebut diatas yang menimpa umat Islam secara keseluruhan pada abad ke-12 ,juga menimpa al-Azhar ,dimana al-Azhar dikuasai oleh ulama-ulama konservatif yang membawa al-Azhar terjebak  dalam dikotomi ilmu pengetahuan ,dimana mereka lebih puas pada pendalaman ilmu agama dengan supemasi fiqih tanpa diimbangi dengan cabang-cabang ilmu lain.
          Kondisi al-Azhar tersebut,menggugah Muhammad Abduh untuk mengadadakan perubahan-perubahan.Dia yakin bahwa apabila al-Azhardiperbaiki ,kondisi umat Islam akan baik.Menurutnya ,apabila al-Azhar ingin diperbaiki,pembenahan administrasi dan pendidikan didalamnyapun harus dibenahi ,kurikulumnya diperluas ,mencakup ilmu-ilmu modern,sehinnga al-Azhar dapat berdiri sejajar dengan universitas-unuversitas lain di Eropa serta menjadi mercusuar dan pelita bagi kaum muslimin.13
          Untuk mewujudkan cita-citanya untuk mewujudkan kemajuan al-Azhar ,Muhammad Abduh berusaha mencari dukungan ulama-ulama al-azhar dan tokoh-tokoh lain termasuk al-Khudaywi untuk merestui rencananya itu ,namun dia gagal14.
          Ketika Abbas Hilmi naik kepentas kekuasaan,dia mengeluarkan  keputusan untuk membentuk sebuah panitia yang mengatur al-Azhar.Dalam kepanitiaan itu Muhammad Abduh mewakili pemerintahdan menjadi pemerkasanya.15Kesempatan ini digunakan Muhammad Abduh dengan sebaik-baiknya untuk mereformasi kondisi al-Azhar,usahanya ini didukung oleh  Syekh an-Nawawi yang merupakan teman akrabnya16.Adapun pembaharuan-pembaharuan yang dilakukan Muhammad Abduh untuk kemajuan al-Azhar adalah :
1.     Menaikan gaji guru-guru atau dosen-dosen yang miskin
2.     Membangun Ruaq Al-Azhar yaitu kebutuhan pemondokan bagi dosen-dosen dan mahasiswanya.
3.     Mendirikan Dewan Administrasi Al-Azhar ( Idarah al-Azhar)
4.     Memperbaiki kondisi perpustakaan yang sangat menyedihkan.
5.     Mengangkat beberapa orang sekretaris untuk membantu kelancaran tugas Syekh al-Azhar.
6.     Meengatur hari libur,dimana libur lebih pendek dan masa belajar lebuh panjang.
7.     Uraian pelajaran yang bertele-tele yang dikenal Syarah al-Hawasyi diusahakan dihilangkan dan digantikan dengan metode pengajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
8.     Menambahkan mata pelajaran Berhitung,Aljabar,Sejarah Islam,Bahasa dan Sastra dan Prinsip-prinsip Geometri dan Geografi kedalam kurikulum al-Azhar.17

Usaha pembaharuan Muhammad Abduh mengalamalami kegaga-
Galan terutama usahanya menghilangkan dikotomi pendidikan,setelah al-Khudaywi Abbas  berbalik menolak upaya perbaikan terhadap al-Azhar dan mendukung orang-orang yang kontra dengan Muhammad Abduh.Syekh Muhammad Abduh akhirnya dipecat dari kepanitiaan tersebut ,dan al-Azharpun kembali kepada keadaan semula,dengan kurikulum lamanya.18
          Walaupun Muhammad Abduh pada saat itu belum berhasil memperbaiki kondisi al-Azhar karena banyak penetangan dari ulama-ulama al-Azhar yang konservatif,tetapi usaha pembaharuannya sangat berpengaruh pada dunia Islam hingga sekarang.

2.Pembaharuan di Bidang Pendidikan Politik
          Ketertarikan Muhammad Abduh pada dunia politik dimulai semenjak perkenalannya dengan seorang tokoh pembaharu yaitu Jamaludin Al Afgani pada tahun 1870 sewaktu Ia masih menjadi mahasiswa di al-Azhar 19 .Sewaktu Al-Afgani diusir dari Mesir pada tahun 1879,karena dituduh mengadakan gerakan menentang Khadewi tawfiq,Muhammad Abduh dipandang ikut campur dalam soal ini ,Ia dibuang keluar Cairo.Tapi ditahun 1880 Ia boleh kembali keibu kota dan kemudian diangkat menjadi redaktur surat kabar resmi pemerintah “Al-Waqi’ Al-Misriyah”.20
          Al Waqi’ Al-Misriyah ,surat kabar resmi pemerintah dibawah pimpinan Muhammad Abduh,mempunyai peranan penting  dalam perjuangan rakyat Mesir melawan kolonial,dimana surat kabar bukan hanya menyiarkan berita-berita resmi,tetapi juga artikel-artikel tentang kepentingan Mesir dan senantiasa mendorong rasa nasionalisme rakyat Mesir untuk membela negaranya.21
          Setelah Urabi Pasya,dari golongan nasionalis sepenuhnya dapat mengontrol dan menguasai tentara Mesir dari perwira-perwira Turki dan Sarkas,Inggris tidak berkenan dan menganggap berbahaya bagi kepentingannya di Mesir,untuk itu mereka ingin menjatuhkan Urabi Pasya dengan mengebom Alexandria dari laut pada tahun 1882.Pengeboman Inggris atas Alexandria mendapat perlawanan sengit dari kaum nasionalis ,walaupun pada akhirnya kaum nasionalis dapat dikalahkan  pasukan Inggris,Mesirpun jatuh dibawah kekuasaan Inggris.22
          Dalam revolusi Urabi Pasya itu,Muhammad Abduh turut mmainkan peranan.Dia bersama-sama pemimpin lainnya ditangkap,dipenjarakan dan kemudian dibuang keluar negeri pada tahun 1882.Pertama di Bairut Libanon kemudian di Paris .Pada tahun1884 Ia bersama-sama Jamaludin Al-Afgani mendirikan majalah “AL-Urwatul Wutsqa” di Paris.23
          Melalui majalah ini Ia bersama Jamaludin Al-Afgani menyusun gerakan bernama Al-Urwatul Wutsqa,yaitu gerakan kesadaran umat Islam sedunia.Dengan perantaraan majalah itulah ditiupkannya suara keinsyapan keseluruh dunia Islam ,supaya mereka bangkit dari tidurnya melepaskan cara berpikir fanatik dan kolot serta bersatu membangun kebudayaan  dunia berdasarkan nilai-nilai Islam.Suara itu lantang sekali kedengarannya  dan dengan pesat menggema keseluruh dunia,memperlihatkan pengaruhnya  dikalangan umat Islam,sehingga dalam tempo yang singkat kaum imperalis  menjadi gempar dan cemas.Akhirnya majalah itu ditutup pemerintah Prancis dikala majalah itu baru terbit delapan belas nomor.24
          Dibidang politik kenegaraan,Abduh memiliki ide-ide yang berbeda dengan gurunya Jamaludin Al-Afgani.Al Afgani menghendaki pembaharuan umat Islam melalui pembaharuan negara,sedangkan Abduh  berpendapat bahwa pembaharuan negara dapat dicapai melalui pembaharuan umat.Abduh tidak menghendaki  jalan revolusi tapi melalui jalan evolusi.Olehkarena itu Abduh tidak menghendaki sikap konfrontatif terhadap penjajah agar dapat memperbaiki umat dari dalam.25
          Dalam soal kekuasaan,Muhammad Abduh memandang perlu membatasi kekuasaan dengan institusi yang jelas.Tanpa konstitusi akan timbul tindakan sewenang-wenang.Untuk itu,Muhammad Abduh mengajukan prinsip musyawarah yang dipandang dapat mewujudkan  kehidupan politik yang demokratis.26

3.Pembaharuan dibidang Sosial Keagamaan
          Menurut  Muhammad Abduh,sebab yang membawa kemunduran umat Islam adalah faham jumud yang terdapat dikalangan umat Islam.27Karena faham jumud ininlah umat Islam tidak menghendaki perubahan,umat Islam setatis tidak mau menerima perubahan dan umt Islam berpegang teguh tradisi.
          Untuk mencerahkan umat Islam dari kejumudan itu,Muhammad Abduh menerbitkan majalah al-Manar .Penerbitan majalah ini diteruskan oleh muridnya yaitu Rasyid Ridla (1865-1935) yang kemudian menjadi tafsir Al-Manar.
          Adapun pokok –pokok pemikiran Muhammad Abduh dibidang sosial keagamaan adalah :
1)     Kemajuan agama Islam itu tertutup oleh umat Islam sendiri,dimana umat Islam beku dalam memahami ajaran Islam,dihapalkan lapadznya tapi tidak berusaha mengamalkan isi kandungannya.Dalam hal ini ungkapan Abduh yang terkenal didunia Islam  Ø§Ù„اسلام محجوب بالمسلمين  “Islam itu tertutup oleh pengikut-pengikut Islam itu sendiri”.
2)     Akal mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam agama Islam. الدين هو العقل لا دين لمن لا عقل له”Agama adalah sejalan dengan akal dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menggunakan akal”.
Dari akal akan terungkap misteri alam semesta yang diciptakan Allah untuk kesejahteraan manusia itu sendiri.Hanya dengan ketinggian akal dan ilmu manusia mampu mendudukan dirinya sebagai makhluk Allah yang tunduk berbakti kepada yang Maha Pencipta.
3)     Ajaran Islam sesuai dengan pengetahuan modern begitu pula
Ilmu Pengetahuan modern pasti sesuai dengan ajaran Islam.28
D.Penutup
          Ide-ide dan ajaran Muhammad Abduh diatas mempengaruhi dunia Islam pada umumnya dan khususnya dunia Arab baik melalui karangan-karangan Muhammad Abduh sendiri maupun melalui tulisan-tulisan murid-muridnya ,seperti Muhammad Rasyid Ridla dengan majalah al-Manar dan tafsir al-Manarnya,Kasim Amin dengan dengan buku Tahrir al-Marah,Farid Wajdi  dengan Dairah al-Ma’arif dan lain-lain.
          Karangan –karangan Muhammad Abduh sendiri telah banyak diterjemahkan kedalam bahasa asing ,seperti bahasa Turki,Urdu dan Indonesia.
























DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman Mas’ud,Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik,
          Jogjakarta;Gama Media,2002

Ensiklopedi Islam Jilid 1 ,Jakarta;Ikhtiar Baru Van Hoeve,2001

Ensiklopedi Islam Jilid 3 ,Jakarta;Ikhtiar Baru Van Hoeve,2001

Husayn Ahmad Amin,Seratus Tokoh dalam Sejarah Islam,Bandung;
          Remaja Rosdakarya,2001

Harun Nasution,Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Ge-
          rakan ,Jakarta; Bulan Bintang,1975

Syekh Muhammad Abduh,Risalah Tauhid,Jakarta ; Bulan Bintang 1975

Rusni,Kemuhammadiyahan,Surakarta;Majlis Dikdasmen Pimpinan
          Muhammadiyah Kota Surakarta,1994
         
         


         







1 Harun Nasution,Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan gerakan,Halaman 58-59.
2 Ibid,halaman 59
3 Ibid,halaman 60
4 Ibid,Halaman 60-61
5 Abdurahman Mas’ud,Menggagas Format Pendidikan Non Dikotomik,halaman 94.
6 Ensiklopedi Islam ,halaman 200
7 Ibid,halaman 2003
8  Syekh Muhammad Abduh ,Risalah Tauhid ,halaman 18
9 Ensiklopedi Islam,halaman 256
10 Harun Nasution ,Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan gerakan,halaman 66

11 Abdul Hamid Abu Sulaiman dalam Abdurahman Mas’ud,Menggagas Format Pendidikan Non Dikotomik,halaman 4
12  Abdurahman Mas’ud,Menggaas format Pendidikan Non Dikotomik ,halaman 4
14 Ibid,halaman 301
15 Ibid,halaman 301
16 Insiklopedi Islam,halaman 204
17 Husayn Ahmad Amin,Seratus Tokoh dalam Sejarah Islam,halaman 301-302
18 Ibid ,halaman 302
19  Ensiklopedi Islam,halaman 255
20  Harun Nasution,Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan,halaman 61
21  Ibid,halaman 61
22  Ibid,halaman 61
23  Ensiklopedi Islam,halaman 256
24  Syekh Muhammad Abduh,Risalah Tauhid,halaman 20
25  Ensiklopedi Islam,halaman 257
26  Ibid,halaman 257
27  Harun Nasution,Pembaharuan dalam Islam Sejarah dan Gerakan,halaman 62
28  Rusni,Kemuhammadiyahan ,halaman22

TEORI ALBERT BANDURA DAN LEV VIGOTSKY

A.    Albert Bandura
1.      Riwayat Hidup
Albert Bandura lahir pada tanggal 4 Desember 1925 di sebuah kota kecil  yang terletak sekitar 50 mil dari kota Edmonton Kanada.Ia anak terakhir dari enam bersaudara .Pendidikan awal Bandura di sebuah sekolah kecil yang hanya ada dua orang guru.Menurut Bandura  ,pendidikan awal yang ia lalui serba keterbatasan termasuk keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan,oleh karena itu Bandura dan siswa-siswa lainnya ikut bertanggung jawab atas pendidikan mereka sendiri.( Stokes,1986 ).
Bandura menyadari bahwa “isi buku tehs paling mudah rusak “   (  Stokes,1986).Pengalaman-pengalaman awal inilah yang munkin telah berkontribusi terhadap penekanan Bandura tentang pentingnya lembaga pribadi.Albert Bandura segera menjadi terpesona oleh psikologi  setelah mendaftar di University of British Columbia.Setelah belajar selama tiga tahun di universitas itu ia lulus pada tahun 1949.Kemudian Bandura melanjutkan ke sekolah pascasarjana  di Universitas of Lowa.Program ini mengambil minat pada teori belajar social .Bandura belajar di universitas ini sampai memperoleh gelar Ph.D pada tahun 1952.
            Karir Albert Bandura
                        Setelah mendapat gelar Ph.D ,Bandura ditawari posisi sebagai tenaga pengajar
            Stanford University ,Bandura menerima tawaran tersebut dan terus bekerja di uni
versitas itu .Selam bekerja di universitas ini ia tertarik pada studi agresi remaja   khusususnya pada perwakilan,model pembelajaran dan imitasi.
Disamping Bandura mengajar di Stanford University dari tahun 1953 ,Bandura juga menjabat sebagai presiden APA ( American Psychological Association ) pada tahun 1974.Kemudian pada tahun 1980 Bandura menerima penghargaan APA untuk kontribusi ilmiah Distinguished.
1.      Teori Bandura
Menurut Albert Bandura ,belajar itu lebih sekedar perubahan perilaku.Belajar
            adalah pencapaian  pengetahuan dan prilaku yang didasari oleh pengetahuan tersebut.
            Teori ini sering disebut dengan teori kognitif social .(Djaali,2007 : 93 ).
                        Teori kognitif social menekankan pentingnya pengalaman,imitasi belajar dan
            pemodelan .Bandura (1977) , menjelaskan bahwa belajar akan sangat melelahkan ,
belum lagi berbahaya,jika orang harus bergantung hanya pada efek dari tindakan
mereka sendiri untuk membantu mereka apa yang harus dilakukan.Teori Bandura mengintegrasikan interaksi yang terus menerus antara prilaku,kognisi dan lingkungan.Teori belajar social menempatkan “reciprocal determinism” sebagai prinsip dasar  untuk menganalisa fenomena psikososial  dalam berbagai tingkat yang kompleks,terentang dari perkembangan intrapersonal,tingkah laku interpersonal,fungsi interaksi  organisasi sampai ke system social.Jadi Bandura menyetujui keyakinan dasar behaviorisme yang mempercayai bahwa  prilaku bisa dibentuk melalui belajar.( Syamsu Yusuf DKK,2007 :133 ).
            Lewat teori observational learning,Bandura beranggapan bahwa masalah proses psikologi terlalu dianggap penting ,atau sebaliknya hanya ditelaah haya sebagian saja .Orang dapat melibatkan diri dalam pikiran simbolik,orang cendrung untuk membimbing dirinya sendiri dalam belajar ,dan lingkungannya dapat dipengaruhi prilaku tiruan.Menurut Bandura ,yang penting adalah kemampuan seorang untuk mengabtraksikan informasi dari prilaku orang lain.Pengambilan keputusan dilakukan mengenai prilaku mana yang akan menjadi alternative dan kemudian melakukan prilaku yang dipilih.Prinsip belajar menurut Bandura adalah usaha menjelaskan belajar dalam situasi alami .Hal ini berbeda dengan situasi dilaboratorium atau pada lingkungan social yang banyak memerlukan pengamatan tentang pola prilaku beserta konsekwensinya.( Djaali,2007 :93 )
            Kritik Bandura terhadap belajar itu sebagai hubungan antara stimulus dan respons adalah  :
(1)   Kurang menjelaskan tentang diperolehnya respons yang baru .Dalam situasi alami ,menurut Bandura orang akan berbuat lebih banyak dari pada sekedar meniru prilaku yang telah ada.
(2)   Hanya mengamati direct learning (belajar langsung) ,yaitu orang berprilaku  sesuatu dan mengalami akibatnya.Sebaliknya Bandura mengatakan bahwa seorang anak dalam hubungan pribadinya dengan orang dewasa ,melalui intraksi anak dengan orang tuanya ,dengan perasaan irinya dan sebagainyamenyebabkan anak meniru prilaku tertentu.( Djaali,2007 :93)
Prilaku seseorang dan lingkungan itu dapat dimodifikasi.Contoh buku tidak berpengaruh pada seseorang,kecuali ada orang yang menulisnya dan orang yang membacanya.Begitu pula hadiah dan hukuman tidak akan banyak bermakna,kecuali diikuti lahirnya prilaku yang diharapkan.
Peranan utama model prilaku dari luar dirinya,memberikan berbagai kemungkinan pada dirinya yaitu :
(1)   Prilaku itu dicontohkan /ditiru,
(2)   Prilaku itu memperkuat atau memperlemah,
(3)   Prilaku itu menyebabkan prilaku itu pindah keprilaku yang sama sekali baru.
Urutan langkah dalam obsevasi pembelajaran adalah model prilaku;model diperhatikan;prilaku di kode dan di simpan;diperoleh kode simbolis;motivasi berprilaku;kemampuan berperilaku;dan perilaku( Djaali,2007 : 94 )

2.      Implikasi Teori Bandura Terhadap Pendidikan Sekolahan
Dengan menggunakan konsep dasar psikologis ,khususnya dalam konteks pandangan behaviorisme ,kita dapat menyatakan bahwa peraktik pendidikan itu  pada khakikatnya merupakan usaha conditioning yaitu penciptaan  seperangkat stimulus yang diharapkan pula menghasilkan pola-pola prilaku (seperangkat respons ) tertentu  . ( Abin Syamsudin Makmun,2007)

Bandura  dalam Robert J Sternberg (2008) sebagai bagian dari behaviorisme  berpendapat bahwa pembelajaran tampaknya menjadi hasil  bukan  hanya dari penghargaan  langsung dari perilaku.Ia juga bisa bersifat social ,yaitu hasil dari pengamatan-pengamatan terhadap penghargaan dan penghukuman  yang diterima orang lain .Pandangan ini menekankan  cara kita mengamati ( observasi )  dan memodelkan perilaku kita berdasarkan prilaku orang lain.Kita belajar lewat contoh ( modeling ).
Inti dari belajar melalui observasi adalah modeling.Peniruan atau meniru sesungguhnya kurang tepat menggantikan kata modeling,karena modeling bukan sekedar menirukan  atau mengulangi apa yang dilakukan orang model (orang lain bisa guru ),tetapi modeling melibatkan penambahan dan atau pengurangan tingkah laku yang teramati,menggeneralisir berbagai pengamatan sekaligus melibatkan proses kognitif.
Alwisol (2010).mengadakan penelitian terhadap tiga kelompok anak taman kanak-kanak : kelompok pertama disuruh mengobservasi model orang dewasa yang bertingkah laku agresif,fisik dan verbal,terhadap boneka karet .Kelompok kedua  diminta mengobservasi  model orang dewasa yang duduk tenang  tanpa menaruh perhatian  terhadap boneka karet dihadapannya.Kelompok ketiga menjadi kelompok control  yang tidak ditugasi mengamati  dua jenis model itu.Ketiga anak itu di buat  mengalami frustasi ringan ,dan setiap anak sendirian ditempatkan  dikamar yang ada boneka karet seperti yang dipakai penelitian.Ternyata tingkah laku setiap kelompok cendrung mirip dengan tingkah laku model  yang diamatinya.Kelompok pertama bertingkah laku lebih agresif  terhadap boneka di banding kelompok lain.Kelompok kedua sedikit lebih agresif disbanding kelompok control.
Melalui modeling seorang guru dapat merubah peserta didik dikelas untuk memperoleh tingkah laku baru,ini dikarenakan adanya kemampuan kognitif yang dimiliki peserta didik.dengan kemampuan kognitif peserta didik dapat mentransform apa yang dipelajarinya menjadi pola tingkah laku baru.
Modeling di samping bisa diperankan oleh guru,orang tua atau orang dewasa lainnya,akhir-akhir ini  sebagian besar modeling tingkah laku berbentuk simbolik .Film dan televise menyajikan contoh tingkahlaku  yang tak terhitung yang mungkin mempengaruhi pengamatannya.Sajian itu berpotensi sebagai sumber model ( Alwisol,2010 :293 ).Oleh karena begitu pentingnya modeling berbentuk simbolik baik melaui film dan televsi maka banyak ormas-ormas yang berkepentingan dengan dunia pendidikan berlomba –lomba untuk membuat film yang bertemakan misi mereka, seperti yang  dilakukan oleh Muhammadiyah bekerja sama dengan produser film memproduksi film yang berjudul “Sang Pencerah “.Melalui film ini Bramantio sang sutradara menginginkan umat Islam termasuk warga Muhammadiyah dan para siswa Muhammadiyah meneladani perjuangan K.H.Ahmad Dahlan .
Modeling bisa dikondisikan,artinya seorang guru bisa membuat model-model pembelajaran ,dimana peserta didik diberi tugas mengamati objek tertentu ,diharapkan dari pengamatan itu muncul respon.konsekwensi dari suatu respons mempunyai tiga fungsi yaitu pemberi informasi,memotivasi tingkahlaku yang akan datang dan sebagai penguat tingkah laku.( Alwisol,2010 :294 )

2.      Lev Vyigotsky
1.      Riwayat Hidup
Lev Semyonovich Vygotsky lahir pada tahun 1896 di Tsarist Russia, di suatu kota Orscha, Belorussia dari keluarga kelas menengah Keturunan Yahudi. Dia tumbuh dan besar di Gomel, suatu kota sekitar 400 mil bagian barat Moscow. Sewaktu dia masih muda, dia tertarik pada studi-studi kesusastraan dan analisis sastra, dan menjadi seorang penyair dan Filosof
Memasuki usia 18 tahun, dia menulis suatu ulasan tentang Shakespeare's Hamlet yang kemudian dimasukkan dalam satu dari berbagai tulisannya mengenai psikologi. Dia memasuki sekolah kedokteran di Universitas Moscow dan dalam waktu yang tidak lama kemudian dia pindah ke sekolah hukum sambil mengambil studi kesusastraan pada salah satu universitas swasta. Dia menjadi tertarik pada psikologi pada umur 28 tahun.
Vygotsky mengajar kesusastraan di suatu sekolah Propinsi sebelum memberi kuliah psikologi pada suatu sekolah keguruan. Dia dipercaya membawakan kuliah psikologi walaupun secara formal tidak pernah mengambil studi psikologi. Dari sinilah dia semakin tertarik dengan kajian psikologi sehingga menulis disertasi Ph.D. mengenai ”Psychology of Art” di Moscow Institute of Psychology pada tahun 1925.
Vygotsky bekerja kolaboratif bersama Alexander Luria and Alexei Leontiev dalam membuat dan menyusun proposal penelitian yang sekarang ini dikenal dengan pendekatan Vygotsky. Selama hidupnya Vygotsky mendapat tekanan yang begitu besar dari pemegang kekuasaan dan para penganut idelogi politik di Rusia untuk mengadaptasi dan mengembangkan teorinya.
Setelah dia meninggal pada usia yang masih dibilang sangat muda (38 tahun), pada tahun 1934 akibat menderita penyakit tuberculosis (TBC), barulah seluruh ide dan teorinya diterima oleh pemerintah dan tetap dianut dan dipelajari oleh mahasiswanya.
Kepeloporannya dalam meletakkan dasar tentang psikologi perkembangan telah banyak mempengaruhi sekolah pendidikan di Rusia yang kemudian teorinya berkembang dan dikenal luas di seluruh dunia hingga saat ini.
            Karir Vigotsky
Lev Vygotsky adalah seorang penulis yang produktif,menerbitkan enam buku  tentang topic psikologi selama sepuluh tahun.Minatnya cukup beragam,tapi sering berpusat pada topic perkembangan anak dan pendidikan,Ia juga menjelajahi topic-topik seperti psikologi perkembangan ,seni,dan bahasa.

            2.Teori Lev Vygotsky
            Menurut Vygotsky ,fungsi-fungsi mental memiliki koneksi-koneksi social,Vygotsky berpendapat bahwa anak-anak mengembangkan konsep-konsep lebih sistematis,logis dan rasional sebagai akibat dari percakapan dengan seorang penolong yang ahli,dengan demikian orang lain dan bahasa memegang peranan penting dalam perkembangn kognitif anak ( Berninger dalam John W.Santrock,2007 : 264 )
            Adapun teori-teori Vygotsky tentang perkembangan kognitif sebagai berikut :
a.       Zona Perkembangan Proksimal
Zona perkembangan proksimal ( Zona of Proximal Development/ZPD ) adalah istilah Vygotsky untuk rangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak seorang diri tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dan bimbingan orang dewasa atau anak-anak yang terlatih .Oleh karena itu batas bawah dari ZPD  adalah tingkat keahlian yang dimiliki  anak yang bekerja secara mandiri.Batas ats adalah tingkat tnggung jawab tambahn yang dapat diterima oleh anak dengan bantuan seorang instruktur.( John Santrock,2007 : 264 )
b.      Scaffalding
Konsep yang terkait dengan konsep ZPD adalah konsep scaffolding.Scaffalding adalah istilah yang terkait perkembangan kognitif yang digunakan Vygotsky yang mendeskripsikan perubahan dukungan sesi pembelajaran,dimana orang yang lebih terampilmengubah bimbingan sesuai tingkat kemampuan anak.( John W.Santrock,2007 : 265 )
Bahasa dan Pikiran
Penggunaan dialog sebagai alat scaffalding hanyalah salah satu contoh peran penting bahasa dalam perkembangan anak .Menurut Vygotsky  anak menggunakan pembicaraan bukan saja untuk komunikasi social ,tetapi juga membantu membantu mereka menyelesaikan tugas.Lebih jauh Vygotsky yakin  bahwa anak pada usia  dini menggunakan bahasa untuk merencanakan,membimbing dan memonitor perilaku mereka .Penggunaan bahasa untuk kemandirian pribadi disebut private speech dan alat yang penting bagi pikiran selama tahun-tahun awal masa anak-anak.( John W. Santrock,2007 : 265 )
c.Sosiokultur Teori
            Vygotsky menyatakan bahwa manusia dari hasil perkembangan interaksi dinamis  antara individu dan masyarakat .Melalui interaksi ini ,anak-anak belajar  secara bertahap dan terus menerus dari orang tua  dan guru,belajar ini,bagaimanapun dapat bervariasi  dari satu budaya ke yang berikutnya.Penting untuk dicatat bahwa teori vygotsky  menekankan sifat dinamis dari interaksi ini.Masyarakat tidak hanya mempengaruhi orang,tetapi orang juga dapat mempengaruhi masyarat.


3. Implikasi Pandangan Vygotsky dalam Pendidikan Sekolah

Vygotsky telah memberikan kontribusi penting dalam perkembangan manusia dengan membuka wawasan baru melalui perspektif cross cultural, lintas budaya. Di samping itu, Vygotsky juga telah menanamkan adanya proses akselerasi dan peningkatan kadar mental dalam menempuh pendidikan.
Semuanya ini membawa konsekuensi terhadap perubahan masyarakat informasi, information based society yang menuntut terciptanya human capacity development, pengembangan kapasitas manusia. Hanya saja, semuanya dapat menjadi kendala besar terhadap kajian gender, rakyat kecil, dan daerah terpencil di dalam mengembangkan kapasitas manusia.
Oleh karena itu kita hendaknya berpikir dan bertindak cepat dalam menciptakan fleksibilitas, keterbukaan, berpikir kritis dan kreatif dan menumbuhkan dexterity, ketangkasan, dalam memahami masyarakat yang berbasiskan informasi seperti sekarang ini. Hal inilah yang merupakan kelanjutan dari pemikiran Vygotsky tentang cultural, budaya.
Di Indonesia, program penelusuran bakat dan minat yang dikembangkan oleh beberapa universitas negeri dan swasta adalah salah satu bagian yang tak terpisahkan dengan pandangan Vygotsky yang melihat umur bukanlah hal yang sangat prinsipil dalam mengembangkan kreativitas anak.
Di Perguruan tinggi sekelas Institut Teknologi Bandung (ITB) dan beberapa universitas lainnya, telah mengembangkan program penelusuran bakat dan minat yang mereka beri nama jalur Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi atau disingkat (PMPB).
Begitu pentingnya menggali dan mengkonstruksi potensi peserta didik, mereka memberikan ujian masuk tersendiri yang terpisah dari ujian masuk mahasiswa pada umumnya.
Program eskalasi dan akselerasi di sekolah dasar seperti yang banyak dikembangkan an dibicarakan sehubungan dengan keinginan untuk menggali potensi anak berbakat merupakan kontribusi Vygotsky dalam mengembangkan pendidikan.
Eskalasi mengandung pengertian penanjakan kehidupan mental, sedangkan akselerasi, acceleration, secara singkat diterjemahkan percepatan. Lebih jauh, membagi pengertian akselerasi ke dalam dua bagian. Pertama, akselerasi sebagai model pelayanan pembelajaran. Kedua, akselerasi kurikulum atau akselerasi program.
Pengertian yang pertama dapat dijalankan dengan memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak berbakat untuk melompat ke tingkat yang lebih tinggi. Misalnya, seorang anak kelas II SD memiliki kemampuan lebih tinggi pada mata pelajaran matematika.
Setelah diberikan tes kemampuan ternyata anak itu memiliki kemampuan yang sama engan kemampuan anak yang berada di kelas III SD, maka anak tersebut diberi kesempatan untuk duduk di kelas III SD khusus untuk mata pelajaran matematika dan tetap berada di kelas II SD untuk mata pelajaran lainnya. Sedangkan pengertian yang kedua dapat dijalankan dengan melakukan peringkasan program.Misalnya, program yang sebenarnya ditempuh dalam waktu empat bulan dapat dipercepat menjadi satu bulan tanpa mengubah kualitas isi yang diberikan. Di sisi lain, program eskalasi dapat dijalankan dengan memberikan pengayaan materi yang memperhatikan fleksibilitas dan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
Seperti dalam program akselerasi, program pengayaan dapat dilakukan secara horizontal dan vertikal. Pengayaan horizontal mengandung pengertian kesejajaran tingkat pengayaan yang diberikan kepada kelas yang sama, sedangkan pengayaan vertikal dapat dijalankan dengan memberikan pengayaan pada kelas yang lebih tinggi.
           
3.      Kesimpulan
Dari uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwa kedua tokoh yaitu Albert Bandura dan Lev Vigotsky mempunyai peranan penting dalam perkembangan dunia pendidikan ,keduanya memiliki teori-teori yang sampai sekarang masih sangat layak didiskusikan dan diimplementasikan dalam dunia pendidikan.Adapun perbandingan kedua teori tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Menurut Albert Bandura ,belajar itu lebih sekedar perubahan perilaku.Belajar adalah pencapaian  pengetahuan dan prilaku yang didasari oleh pengetahuan tersebut.Teori ini sering disebut dengan teori kognitif social. Teori kognitif social menekankan pentingnya pengalaman,imitasi belajar dan pemodelan atau modeling.Melalui modeling seorang guru dapat merubah peserta didik dikelas untuk memperoleh tingkah laku baru,ini dikarenakan adanya kemampuan kognitif
yang dimiliki peserta didik.dengan kemampuan kognitif peserta didik dapat mentransform apa yang dipelajarinya menjadi pola tingkah laku baru.
Modeling di samping bisa diperankan oleh guru,orang tua atau orang dewasa lainnya,akhir-akhir ini  sebagian besar modeling tingkah laku berbentuk simbolik .Film dan televisi menyajikan contoh tingkahlaku  yang tak terhitung yang mungkin mempengaruhi pengamatannya.Sajian itu berpotensi sebagai sumber model
2.      Teori kognitf social budaya yang dicetuskan oleh Lev Vygotsky adalah teori kognitif yang mengutamakan bagaimana intraksi social budaya menuntun perkembangan kognitif.Vygotsky menggambarkan perkembangan anak sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari aktivitas social dan budaya,ia percaya perkembangan ingatan ,atensi dan penalaran mencakup belajar  menggunakan penemuan masyarakat seperti bahasa,system matematis dan strategi ingatan.Vygotsky juga menekanka bahwa interaksi social  anak dengan orang dewasa  yang lebih terampil serta teman sebaya adalah penting dalam meningkatkan kognitif.Dengan bimbingan orang dewasa dan teman sebaya yang lebih terampil diharapkan potensi anak dapat berkembang secara maksimal.












DAFTAR PUSTAKA
Alwisol.(2010),Psikologi Kepribadian,Malang,UMM Pres
Djaali,Haji .(2007),Psikologi Pendidikan,Jakarta,PT Bumi Aksara
Makmun,Abin Syamsudin .(2001 ),Psikologi Pendidikan Perangkat Sistem
Pengajaran Modul,Bandung,PT Remaja Rosdakarya
Nur, Mohamad dan Wikandari, P. Retno. 2004. Pengajaran Berpusat kepada
Siswa  dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajaran. UNESA, PSMS.
Oahar, Ratna Willis. (1988). Konstruktivisma dalam Mengajar dan Belajar 
(Makalah)
Ormrod, Jeanne Ellis. 1995. Educational Psychology Principles and Aplications, New
Jersey, Prentice Hall.
Slavin, Robert E. (1997). Educational Psychology-Theory and Practice. Fourth
Edition. Boston, Allyn and Bacon.
Santrock,John W.(2007),Perkembangan Anak Jilid I,Jakarta,Erlangga
Santrock,John W.(2007),Adolecence Tenth Edition,New York,Mc Graw Hill
Stenberg,Robert J.(2010),Psikologi Kognitif,Yogyakarta,Pustaka Pelajar
Supamo, Paul 2006, Filsafat Konstruktivisme dam Pendidikan. Yogyakarta,
Vygotsky’s (2003),Educational Theory in Cultural Context, Cambridge Universty
press
Yusuf LN,Syamsu DKK (2007),Teori Kepribadian,Bandung,PT Remaja Rosdakarya